Pages

Kamis, 05 Februari 2015

Air Mata Ibu

Subject: FW: Air Mata Ibu
oleh: Mairi Nandarson

 



Ibu menangis. Air mata mengucur di pipinya yang cekung. Ketika itu aku
baru selesai berdzikir setelah mengimaminya. Tasbih ditangannya terus
berputar, bersama dzikir yang terus terlantun dari bibirnya. Ibu khusyuk
dalam isak dan deraian air mata.  "Kenapa Ibu menangis?" pertanyaan itu terpaksa kusimpan. Aku tidak akan mengganggu Ibu yang masih khusyuk dengan dzikir. Aku memikirkan berbagai kemungkinan penyebab menangisnya Ibu. Mungkinkah kematian Bapak? Tapi,  bukankah kematian Bapak sudah lama sekali? Sudah lima tahun. Atau karena tanah kuburan Bapak yang tidak mendapat izin untuk dibeton dan hanya boleh didirikan batu nisan. Hal itu tidak akan membuat Ibu menangis. Aku sangat  mengenal Ibu. Ibu paling tidak menyukai hal-hal yang berbau kemewahan. Ibu  selalu ingin menginginkan kesederhanaan.
Kenapa Ibu menangis? Sayang aku sangat jarang pulang dan tidak bertemu Ibu
setiap hari. Hingga aku kurang mengetahui keadaan Ibu belakangan ini.
Mungkin ada suatu persoalan yang membebaninya....


Bertengkar dengan seseorang? Ah rasanya tidak. Setahuku Ibu tidak punya
musuh. Ia selalu mengalah setiap kali berbenturan dengan orang lain. Ibu
lebih banyak diam daripada mengomel. Tidak mungkin rasanya Ibu bertengkar
dengan orang lain, karena memang itu bukan kebiasaan Ibu.  Tapi kenapa Ibu menangis? Ibu belum juga selesai berdzikir. Aku sudah selesai sejak lima menit lalu. Aku sudah berdoa, mohonkan ampun atas dosa Ibu dan Bapak yang telah mengasuhku sejak kecil. Ibu belum juga usai.  Aku berdiri dan meninggalkan Ibu sendirian di ruang shalat dengan tetap
menyimpan pertanyaan, kenapa Ibu menangis? Kutunggu Ibu di
ruang makan.  Bukankah Ibu selalu khusyuk dalam shalat? Kembali aku dibayang
berbagai kemungkinan. Bukankah Ibu tidak pernah lupa mendirikan shalat,
mengaji dan  berdzikir? Bukankah Ibu paling senang mendengarkan ceramah di
masjid?  Bukankah Ibu juga tidak melewatkan acara wirid? Bukankah Ibu
sudah cukup punya bekal untuk menghadapi segala cobaan...

Tapi kenapa Ibu sampai menangis?  Karena aku mengimami Ibukah? Mustahil! Bukan sekali ini saja aku mengimami Ibu. Sudah berulang kali.  Hampir setiap kali pulang ke rumah aku mengimami Ibu, terutama saat  shalat maghrib dan isya. Ibu sudah berumur tujuh
puluh tahun lebih. Tujuh orang anak merupakan  berkah yang selalu disyukurinya dan kami semua kini sudah
besar. Aku yang  bungsu sudah duduk di perguruan tinggi. Aneh rasanya kalau Ibu masih  bersedih hati diusianya yang senja ini. Seharusnya Ibu banyak
tertawa dan  bercanda bersama cucu-cucunya. Bukankah cucu-cucunya selalalu bersamanya  setiap hari?  "Sudah makan Yung?" tanya Ibu mengagetkanku. Ibu muncul dengan senyum  mengembang. Tak kulihat bekas tangisan di wajahnya. Mungkin sudah dihapus.
"Belum Bu, Ayung menunggu Ibu."
"Ibu sudah makan."
"Kapan? Bukankah hidangan ini belum disentuh siapapun? Ayolah bu, Ayung  sudah rindu ingin makan bersama Ibu."
"Makanlah!" kata Ibu sambil menarik kursi. Aku pun mulai menyanduk nasi  dan mengambil beberapa sendok sambal. Tapi Ibu tetap saja
tidak makan  nasi. Ia hanya mengambil panganan dan memakannya."Bagaimana
kuliahmu?"
"Alhamdulillah Bu, berkat doa Ibu."
"Belanja harianmu bagaimana?" pertanyaan yang tidak pernah
 kuinginkan ini selalu meluncur dari bibir Ibu. Pertanyaan itu kurasakan bagai keluhan  dalam hidup. Kuakui selama kuliah aku harus berusaha dan
bekerja keras  untuk memenuhi kebutuhanku sehari-hari. Uang kost, transport
dan kebutuhan  kuliah. Memang, yang namanya usaha kadang-kadang dapat, kadang
tidak.  Ketika dapat alhamdulillah. Aku bisa makan dan membeli kebutuhan
lain.  Jika tidak, maka mau tidak mau aku aku harus puasa. Hal ini
yang sering  aku alami. Tapi persoalan ini tidak pernah kuceritakan kepada
siapapun,  termasuk Ibu dan saudara-saudaraku. Aku takut terlalu banyak
mengeluh.

"Alhamdulillah, Tuhan masih memberikan rejeki Bu," selalu kujawab begitu.  Biasanya Ibu tidak akan bertanya lagi setelah itu.  "Bu!" sapaku ketika Ibu terdiam.  "Mmm," jawab Ibu.  "Kenapa seusai shalat tadi Ibu menangis?" Ibu terdiam mendengar  pertanyaanku.  "Ayung cemas melihat Ibu menangis. Ibu masih diam. Aku menyelesaikan suapanku, setelah itu membasuh tangan  dan melapnya dengan serbet.  Ibu masih diam, tapi di matanya kulihat airmata mulai berlinang.  Setelah itu berceritalah Ibu. Seminggu yang lalu di surau Balenggek tempat Ibu selalu sembahyang berjama'ah, ada ceramah agama mingguan. Ketika itu penceramahnya datang dari luar daerah. Ibu mengikuti ceramah tentang anak yang berbakti kepada  orang tua dan anak yang shalih..

"Anak-anak yang shalihlah yang menyelamatkan orang tuanya dari api
neraka,  karena doa anak yang shalih sangat didengar oleh Allah swt," kata
ustad. "  Tapi sebaliknya orang tua tidak selamat dari api neraka jika
anak yang  dididiknya tidak mampu menjalankan ibadah dan tidak pandai
membaca  Alquran.

"Walaupun orang tuanya sendiri taat beribadah?" tanya Ibu waktu
itu.  "Ya, apa artinya kita taat tapi tidak membuat anak taat kepada
Tuhannya.  Apalagi sampai tidak bisa sembahyang dan mengaji, anak yang
jauh dari  perintah Allah dan mendekati laranganNya. Maka orang tuanya di
akhirat  akan ditanya tentang anak-anaknya. Maka sia-sialah ketaatan
orang tua jika  di akhirat nanti anak mengakui dirinya tidak dididik oleh
orang tuanya  untuk taat beribadah. Tidak pernah menegur, memukul bahkan
menamparnya,  jika lalai menjalankan perintah agama."  Ketika itu Ibu menyadari apa yang sudah dilakukannya selama
ini. Ibu ingat  Jai, Jou, Han dan Fai. Saat itulah Ibu merasa hidup dan
ketaatannya selama  ini tak berarti sama sekali. Sejak itu Ibu banyak diam dan melamun.  Anak-anaknya sampai sekarang tidak pernah membaca Alquran di
rumah dan  jarang sembahyang, bahkan tidak pernah sama sekali. Ibu merasa
bersalah  setelah mendengar ceramah itu. Ibu menyadari bahwa ia tidak
mendidik  anak-anaknya sesuai ajaran agama. Ibu selalu tidak tega
memarahi anaknya,  dan melihat anaknya menangis, apalagi kalau ada yang murung dan kesal.


Mungkin itulah sebabnya anak-anak Ibu banyak yang tidak dapat
membaca  Alquran Ibu tidak pernah tega memaksa mereka untuk belajar
Ibupun tidak  marah. Bukankah ini berarti Ibu tidak sanggup mendidik anak.
Bukankah Ibu  gagal menjadi orang tua?  "Tapi Bu, bukankah Ayung selalu taat sembahyang dan membaca Alquran? Dan  Ayung selalu berdoa untuk Ibu dan Bapak? Lantas apa artinya usaha Ayung selama ini Bu?" kataku kepada Ibu.
"Terima kasih Yung, Ibu sangat bangga padamu. Ibu senang kamu
mampu  menjadi imam untuk Ibu. Ibu pun selalu berdoa untukmu. Yang Ibu
pikirkan  adalah kakak-kakakmu yang tidak mampu membaca Alquran dan
tidak  menjalankan shalat."

Kuakui selama ini memang hanya aku dan ibu yang shalat berjama'ah, walaupun sebenarnya kakak-kakakmu sedang berada di ruamh. Mereka lebih
suka duduk di lapau dan sepertinya tidak menghiraukan panggilan
azan yang  berkumandang dari masjid. Dan Ibu tidak pernah menegur hal
itu. Aku pun  tidak pernah mempersoalkan mereka. Sementara aku merasa takut,
selain  karena lebih kecil juga karena aku takut menca  mpuri urusan mereka.


"Itulah Yung. Ibu merasa sedih. Kamulah satu-satunya anak Ibu yang
taat,  yang mengimami Ibu, walaupun kamu yang terkecil. Entahlah.. Ibu
sudah  semakin tua, ajal sudah di ambang pintu. Ternyata Ibu masih
meninggalkan  banyak pekerjaan yang tidak selesai, ternyata Ibu tidak mampu
mendidik  kalian dan kalian ternyata tidak bisa mendidik diri sendiri,"
kata Ibu  terisak.

Air mataku mengalir tanpa terasa.  "Ada apa? Kok Ibu menangis? Ini pasti ulah kamu Yung! Kamu tidak  henti-hentinya membuat Ibu sedih, dan menangis. Tahukah kamu bahwa membuat orang tua bersedih hatinya itu dosa?" Tiba-tiba Han kakakku yang nomor  tiga datang dan memarahiku.  "Sebagai anak laki-laki kamu jangan terus-terusan bersama Ibu, itu cengeng  namanya. Lihat tuh di lepau orang-orang ramai. Duduklah di sana biar orang  tahu bahwa kita bermasyarakat. Bukan dalam rumah,"  katanya lagi sambil menekan kepalaku.
"Jangan kasar begitu pada adikmu Han. Ia kan baru sele...,"
"Kalau tidak seperti itu, ia akan lembek seperti perempuan Bu,
yang  duduknya cuma di dapur."  "Tapi ia kan masih kuliah."  "Aah. Ibu selalu membelanya, mentang-mentang ia kuliah. Walaupun
Han tidak  pernah kuliah, Han ini anak Ibu. Sekurang ajar apapun aku yang
melahirkan  Han adalah Ibu. Tapi kenapa dia, Ibu perlakukan berbeda dengan
Han?" Han  menunjuk-nunjuk diriku.  Mendapat serangan kata-kata seperti itu, Ibu menangis lagi. Aku hanya  terdiam terpana ketika Han kemudian berlalu dan tidak menghiraukan tangis  Ibu.  Air mata Ibu mengalir lagi. Ingin aku menghapusnya, tapi bagamana dengan kesedihannya? Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma, kamarabbayana  saghiraa. Amin. Hanya itu yang mampu kulakukan.*

(Ummi Edisi 9_11)




9 Jenis anak Setan


Assalamualaikum w. w.,
Simpanlah baik2 email ini dan sebarkan pada rakan2 anda sebagai peringatan kita setiap hari dimana syaitan2 kurang ajar ini mengganggu hidup harian yang mungkin selama ini kita tidak sedar hasutan mereka. Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat , Insya'Allah .

Umar al-Khattab r. a berkata, terdapat 9 jenis anak syaitan :

1. Zalituun
Duduk di pasar/kedai supaya manusia hilang sifat jimat cermat. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.

2. Wathiin
Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah.

3. A'awan
Menghasut sultan/ raja/ pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/ kekayaan hingga terabai kebajikan rakyat dan tidak mau mendengar nasihat para ulama.

4. Haffaf
Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (cth: disko, kelab mlm & tempat yg ada minuman keras).

5. Murrah
Merosakkan dan melalaikan ahli dan orang yg sukakan muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc.

6. Masuud
Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan apa sahaja penyakit yg mula dari kata-kata mulut.

7. Daasim (BERILAH SALAM SEBELUM MASUK KE RUMAH...)
Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumah tangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan pelbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lagi).

8. Walahaan
Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwuduk dan solat dan menjejaskan ibadat-ibadat kita yg lain.

9. Lakhuus
Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api/matahari. Dan yang terakhir ni yang paling teruk! (SCROLL DI BAWAH)

10.    Isetan.
Sebuah pasaraya yg terkemuka di seluruh duniawi. terdapat di sekitar Lembah klang, singapore, Beijing &..... Kebaikan: Memberi potongan harga pada Karnival jualan

Keburukan: Melalaikan manusia bershopping sehingga lupa waktu sembahyang dan lupe yg lakinya dah tunggu kat kereta. Pesanan ; Shopping tu agak2 sikit, jangan sampai berlebih2an pulak. Membazir itulah sebenarnya amalan Syaitan

11.    Hindusetan
Nie mereka2 yg menonton criter hindustan, sampai masuk waktu sembahyang, maseh menyonggol depan tv.....kapala keluar tanduk, tak sedar.......jadi lah hindusetan!!!



Senin, 26 Januari 2015

Martabak













Bahan Untuk Kulit Martabak

3 Ons tepung terigu
1 butir putih telur
1 sendok teh garam dapur
1 liter minyak kelapa
1 gelas air bersih

Baha Untuk Isi Martabak

1 Ons daging sapi
1/2 kg Daun bawang merah
14 Butir bawang merah
Bumbu (merica, pala, vetsin, garam) secukupnya

Bagaimana Cara Membuat Martabak Telur Isi Daging?

Setelah semua bahan-bahan atas disediakan, selanjutnya membuat adonan martabak untuk kulit dan isinya.

Tepung terigu, putih telur dan garam dicampur menjadi satu dan masukkan air sedikit demi sedikit sambil diremas-remas sampai menjadi adonan yang dapat dibentuk.
Adonan di atas dibagi menjadi 14 bagian kemudian dibuat dalam bentuk bulat-bulat, terus direndam dalam minyak kelapa lalu tiriskan.

Membuat isi martabak :
Daging diiris tipis-tipis kemudian direbus
Bumbu dihaluskan, bawang merah dan daunnya diiris tipis-tipis
Bulatan-bulatan adonan dibuat menjadi lebar dan tipis diatas namseng kemudian dimasukkan dalam wajan yang telah dituangi minyak.
Adonan ini dituang dalam kulit sampai rata dengan bentuk empat persegi panjang.
Sisa kulit dilipat sehingga menutupi adonan lalu digoreng hingga masak, setelah masak diberi cabai dan didiris menjadi empat bagian
Martabak siap dihidangkan


Sate Tempe

bahan sate tempe :

Tempe sepapan potong lebih besar dari dadu
Santan

Bumbu :

Bawang putih
Bawang merah
Cabe merah
Cabe Rawit
Jahe
Kunyit
Kemiri
Gula
Garam
Daun Jeruk
Daun Salam
Batang Sereh
Potongan laos

Cara Membuat sate tempe:

Haluskan bumbu kecuali daun-daunan. Kemudian tumis, masukkan laos dan bumbu daun. Setelah harum masukkan santan, gula dan garam. Tunggu santan sedikit mendidih dan kemudian masukkan potongan tempenya. Masak tempe sampai santan mengental dan berisisa sedikit. Tunggu dingin dan tusuk menggunakan tusuk sate sebanyak 5 potong tempe. Bakar sebentar di atas api kompor saja agar ada sedikit rasa gosong tempe.





Tips membuat suara merdu





Tips membuat suara menjadi merdu dengan memanfaatkan ramuan tradisional khas indonesia tentu tidak berbahaya. Kebaikan alam yang melimpah memang sudah tidak diragukan lagi manfaatnya bagi manusia, tinggal bagaimana cara kita mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna bagi tubuh kita.

Baca juga : Manfaat madu untuk memerahkan bibir secara alami

Selain menambah rasa percaya diri, tentunya suara yang enak didengar dapat menarik perhatian orang lain. Apalagi bagi anda yang hobi menyanyi atau bahkan seorang penyanyi, kualitas suara haruslah dijaga karena merupakan harta yang tidak ternilai harganya.

Ramuan Alami Untuk Membuat Suara Menjadi Merdu

Untuk menjaga kualitas suara, anda harus menghindari kebiasaan tidak sehat seperti merokok, terlalu sering makan gorengan bersama minum es serta waktu tidur yang terlalu malam. Menggunakan ramuan tradisional agar suara merdu secara alami juga bisa anda coba :

Bahan-Bahan :
2 buah jeruk nipis
1 sendok makan madu
Kapur sirih dan garam secukupnya

Cara membuat ramuan :
Ambil buah jeruk nipis kemudian belah menjadi 2 dan peras airnya
Tambahkan sedikit kapur sirih lalu masukkan madu dan garam
Minum ramuan tradisional ini secara rutin 1 minggu 1 kali
Setelah 1 bulan, anda akan merasakan perubahan suara menjadi lebih merdu dari sebelumnya

Meningkatkan kualitas suara dengan latihan vokal harus anda jalankan agar anda menguasai teknik bernyanyi yang benar. Sebagai pendampingnya, gunakan ramuan tradisional di atas agar suara menjadi merdu dan indah didengar. Perhatikan juga makanan, minuman serta kebiasaan kecil yang harus dihindari.

Tubuh langsing dan ideal

Memiliki tubuh langsing dan ideal tentu menjadi keinginan setiap orang termasuk anda. Cara melangsingkan tubuh secara alami dengan ramuan tradisional bisa menjadi teman yang cocok untuk program diet yang sedang anda jalankan. Mungkin anda sudah bosan membakar kalori dengan berolahraga, tips mengurangi berat badan berikut ini menggunakan ramuan tradisional sehingga tidak perlu olahraga berlebih.

Cara alami melangsingkan tubuh tanpa olahraga berat dan menyiksa sangat cocok untuk anda yang malas bergerak atau tidak memiliki banyak waktu luang untuk pergi ke pusat kebugaran. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat obat pelangsing tradisional berikut ini juga mudah ditemukan. Tidak perlu membeli produk diet yang mahal serta beresiko menimbulkan efek samping dikemudian hari.


Image courtesy of sakhorn38 / FreeDigitalPhotos.net

Anda juga perlu memperhatikan menu makanan yang bisa menyebabkan berat badan bertambah tanpa disadari. Menghindari minuman bersoda serta makanan cepat saji merupakan keharusan bagi siapa saja yang menginginkan berat badan berkurang. Apapun metode diet yang anda gunakan tentu tidak akan banyak membantu bila masih mengkonsumsi makanan cepat saji serta minuman soda.

Tips sehat : Jika anda ingin membeli produk diet yang aman bagi kesehatan tubuh, pilihlah produk yang menggunakan bahan-bahan tradisional. Jangan tergiur produk murahan yang menjanjikan hasil cepat!

Perhatikan juga menu makan sehari-hari. Tips menurunkan berat tubuh berikutnya adalah mengurangi porsi makan serta membagi porsi makan dalam jumlah kecil. Cara ini akan lebih efektif dalam menekan pemrosesan dan peredaran makanan dibandingkan makan dalam porsi besar sekaligus. Tujuannya yaitu untuk membatasi metabolisme dalam tubuh.

Rajin minum air putih di pagi hari setelah bangun tidur juga sangat membantu proses penurunan berat badan dengan cepat serta aman. Tips sehat ini sudah banyak dibuktikan oleh orang jepang maupun korea dalam menjaga bentuk tubuh ideal mereka. Kuncinya yaitu meminum empat gelas air begitu terbangun dari tidur sebelum anda pergi mandi dan menggosok gigi.

Selain itu, konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan untuk diet bisa membantu menurunkan berat badan dengan lebih maksimal. Jika anda bosan dengan olahan makanan yang itu itu saja, cobalah membuat menu makanan baru seperti salad sayur maupun salad buah.


Bagaimana Cara Melangsingkan Tubuh Secara Alami Dan Cepat?

Untuk mendampingi program diet yang sedang anda jalankan saat ini, minumlah ramuan tradisional berikut secara teratur.

Bahan-bahan :
2 sendok makan teh
1 gelas air panas
1 sendok makan air jeruk nipis

Cara membuat ramuan pelangsing alami
Seduh teh dengan air panas yang sudah disediakan
Tambahkan air perasan jeruk nipis kemudian aduk sampai rata
Minum ramuan tersebut dua kali dalam satu hari
Minum secara teratur setiap pagi dan sore hari masing-masing sebanyak ½ gelas

Biasakan berjalan kaki setiap hari untuk membantu membakar lemak dan kalori, ini merupakan cara paling mudah yang sebenarnya sudah anda lakukan setiap hari namun belum disadari. Cara alami melangsingkan tubuh dengan ramuan tradisional hendaknya diiringi gaya hidup sehat agar berat badan turun secara maksimal dalam waktu relatif singkat.